Update Template on FB

Diberdayakan oleh Blogger.

Stop Menabung Rupiah, Buat Harta Anda Berkah

Stop Menabung Rupiah, Buat Harta Anda Berkah
Oleh : Insan Sains
Date : 7 Mei 2012
Hahaha.. judulnya provokatif banget yah… :)
Silahkan membaca dengan tenang. Karena mungkin setelah ini, Anda perlu berlari. Jika perlu, siapkanlah secangkir teh panas untuk menemani. Uapnya yang mengepul membawa serta wangi tehnya. Emm.. saya paling menyukai regukan pertama. Regukan selanjutnya tidak bisa mengalahkan, karena regukan pertama itu pembeda.
Kali ini saya ingin mengajak Anda untuk memikirkan kembali harta Anda. Tidak harus kaya, tapi tulisan ini mudah-mudahan dapat membuat harta Anda berkah pada bulan-bulan ke depan, insyaAllah. Berkah itu sedikit tapi mencukupi, kecil ukurannya, tapi segunung manfaatnya. Rosulullah ketika membangun Madinah, hal pertama yang beliau bangun adalah pasar, setelah masjid. Ini menandakan, betapa pentingnya perputaran roda ekonomi bagi suatu negeri. Agar apa? Agar harta itu tidak menumpuk hanya pada kalangan orang-orang kaya saja.
Saya tidak tahu berapa jumlah harta Anda saat ini. Tapi cobalah menghitungnya. Ya, saya serius, cobalah untuk menghitung harta yang Anda miliki. Tidak perlu seluruhnya, cukup harta yang berupa uang saja, baik cash maupun dalam bentuk tabungan Anda.
Anggap saja salah seorang pembaca memiliki harta berupa uang sejumlah 1 juta rupiah. Bagi sebagian orang, memiliki harta sejumlah ini terbilang kaya, namun bagi yang lainnya bisa dianggap kurang.
Silahkan Anda reguk dahulu tehnya, karena setelah ini kita akan sedikit melakukan perhitungan.
Pada saat ini (Mei 2012) uang 1 juta bisa membeli 200 mangkok bakso, dengan harga bakso paling murah di tempat saya Rp. 5.000/mangkok. Katakanlah uang 1 juta ini saya simpan hingga tahun depan. Pertanyaannya apakah tahun depan saya masih bisa membeli 200 mangkok bakso? Jawabannya adalah “”Tidak”. Mungkin saya hanya akan mendapatkan 140 mangkok.
Loh, kenapa hal ini bisa terjadi?
Ini kita baru bicara soal 1 tahun, bagaimana jika 10 tahun? Mungkin uang 1 juta yang sama hanya mampu untuk membeli 15 mangkok bakso.
Maaf, saya menyinggung-nyinggung bakso, bukan karena saya doyan bakso. Tapi bakso akan mengingatkan kita pada lagu waktu kecil saya, ingat gak lagu ini :
“Abang tukang bakso
Mari-mari sini
Aku mau beli
Abang tukang bakso
Cepatlah kemari
Satu mangkok saja
dua ratus perak
yang banyak baksonya”
Jadi harga bakso tahun 1990 itu hanya Rp. 200, itu pun baksonya sudah banyak. Jadi bisa kita hitung, berapa kenaikannya hingga tahun 2012 ini. 2.500 % (dua ribu lima ratus persen) dalam 12 tahun. ck.. ck.. ck..
Anda harus mulai ilir (bangun). Kita hidup seperti ini dianggap biasa. Ekonomi kita terus digerus dari hari ke hari, dari tahun ke tahun. Di bangku sekolah kondisi ini hanya diberi nama inflasi, tapi saya bilang ini pembodohan terkeji.
Anda misalnya ingin memiliki rumah. Taruhlah tipe 36/72 dengan harga 80 juta. Anda misalnya menabung tiap bulan sebesar 1 juta, maka dalam 80 bulan (6,5 tahun) akan terkumpul 80 juta tersebut. Tapi apakah setelah 6.5 tahun, Anda dapat membeli rumah yang sama? Lagi-lagi jawabannya adalah “Tidak”. Karena bisa jadi pada tahun ke-6 harga rumah yang sama akan menjadi senilai Rp. 220 juta. Dan Anda perlu mengumpulkan lagi hingga 220 juta. Tapi ketika sekian tahun sudah sampai 220 juta. Maka harga rumah tersebut sudah naik lagi menjadi 340 juta. Jadilah kita pengumpul uang selamanya, dan tidak pernah sempat memiliki rumah sama sekali.
Tapi pada kenyataannya orang bisa saja nekad membeli rumah dengan cara KPR, meskipun kalau di total-total harus membayar berlipat dari harga pokok rumah tersebut.
Ini soal Anda menyimpan uang di rumah. Bagaimana kalau di bank? Saya hanya akan senyum, coba saja jawab dua pertanyaan ini :
  • Berapa sih bunga paling tinggi untuk tabungan?
  • Emang mau kelebihannya (riba) yg gak seberapa (3%) dibanding persentase penggerusan yg mencapai 12% pertahun mengotori harta Anda?
Kemudian bagaimana kalau deposito? Podo wae. Silahkan jawab kembali dua pertanyaan di atas.
Jadi simpanan uang Anda, atau dikenal dengan tabungan, tidak akan pernah menyelamatkan harta Anda. Justru sebaliknya, diam-diam dikeruk dengan dalih inflasi. Lebih jauh lagi, dana Anda dikumpulkan untuk membiayai bisnis para konglomerat yang kian hari kian gede. Al-hasil, si kaya makin kaya, si miskin cuman jadi budak yang tidak bisa keluar dari kemiskinannya.
Silahkan kembali pada Al-Quran, buka surat Al-Hasyr ayat 7.
Ini sesi pembuka. Setuju dengan analisa di atas atau tidak? Jika Anda tidak setuju, silahkan tutup tulisan ini, karena tidak akan berguna bagi Anda. Tapi jika Anda setuju bahwa pembodohan massal ini harus disudahi detik ini juga, Anda bertekad menyelamatkan harta Anda, maka mari kita lanjutkan ke solusi-solusi yang harus kita ambil tindakan segera.
Solusi yang pertama, Stop Menabung Rupiah
Rupiah Anda, dan mata uang-mata uang lainnya adalah perampok dalam kekayaan Anda. Jika Anda mempelajari sejarah uang, kesimpulan yang sama akan Anda dapatkan. Ada beberapa sumber referensi, mulai dari buku dan dokumen internet yang tersebar. Anda dapat mulai membacanya jika Anda inginkan.
Jangan menyimpan rupiah di bank, apalagi di bawah bantal. Lalu harus kita apakan uang tersebut?
Solusi yang kedua, Bertahan : Amankan Harta Anda
Ini adalah langkah bertahan. Tukarkan rupiah Anda dengan dinar emas, atau emas murni, bukan emas perhiasan. Karena kalau emas perhiasan, ketika dijual lagi akan terkurangi oleh biaya-biaya lain yang lumayan besar, seperti biaya sepuh.
Emas merupakan alat tukar yang diakui oleh dunia. Jadi dimana pun Anda berada, emas akan dihargai senilai berat emas tersebut. Inilah sebenarnya alat tukar yang benar. Yang selama berabad-abad nilainya tidak berubah. Hanya karena istilah ‘inflasi’ saja seolah-olah nilainya naik, padahal yang turun adalah nilai rupiah kita.
Kalau lihat di internet, harga emas pada tahun 1990 senilai Rp. 21.000 /gram. Artinya cukup untuk beli 105 mangkok bakso (Rp. 200/mangkok). Nah tahun 2012 ini sempat menyentuh angka Rp. 540.000/gram. Artiya kalau dikonversi ke harga bakso sekitar 108 mangkok (Rp. 5.000/mangkok).
Anda dapat ikut menghitung juga dengan data-data history di bawah ini :
http://www.kitco.com/charts/historicalgold.html
http://www.ortax.org/ortax/?mod=kurs&page=neg
Seperti dapat Anda lihat 1 gram emas dari tahun 1990 hingga 2012 kebal dengan penggerusan kekayaan. Tetap dapat dipakai untuk membeli sekitar 100-an mangkok bakso. Kalau pun sekarang harga bakso bahkan ada yang mencapai Rp. 15.000, ini hanya kreatifitas pedagang melariskan jualannya. Hitung-hitungan di atas adalah harga bakso standar, meskipun saya sendiri tidak begitu memahami standarnya seperti apa? :-)
Okey, jadi ini adalah solusi bertahan. Jika Anda punya kelebihan harta, maka selain dinar emas, atau emas murni, anda dapat pertahankan kekayaan Anda dengan menukarkannya menjadi property, seperti tanah misalnya. Aset dalam bentuk property inilah yang terbukti pula secara puluhan tahun, sanggup bertahan dan stabil.
Sekali lagi, ini hanya untuk bertahan. Dan bertahan adalah langkah terakhir orang-orang yang kehabisan ide. Makanya Islam mewajibkan zakat maal sebagai penggantinya. Saya hanya menyampaikan kembali apa yang sudah saya baca dan lakukan selama ini. Saya menginginkan uang 1 juta Anda hari ini menjadi bermiliyar seperti yang saya lakukan 2 tahun terakhir ini.
Anda, sahabat terdekat saya boleh tidak percaya. Karena tidak ada sesuatu yang istimewa dan mencirikan saya memiliki harta sebanyak itu. Kendaraan tidak punya, handphone pun biasa, tempat tinggal pun masih ngontrak. Tapi kenapa saya mengklaim punya harta sebanyak itu?
Solusi ketiga, Menyerang : Buat Harta Anda Berkah
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr, 59:7)
Saya tidak menemukan perintah menabung dalam Al-Quran, yang ada adalah perintah menafkahkan harta pada beberapa ayat Al-Quran. Ayat-ayat yang ditemukan tersebut menyebutkan “nafkahkanlah sebagian”. Karena disebutkan kata “sebagian”, saya belum dapat mengambil kesimpulan, yang sebagian lainnya digunakan untuk apa. Tapi lupakanlah terlebih dahulu tentang sebagian itu. Saya terfokus dengan kewajibannya, yaitu “nafkahkanlah”.
Setelah saya tanya kepada sahabat saya yang saat ini tinggal di Makkah, “nafkah” itu seakar dengan kata “infaq” yang berarti “mengeluarkan”. Meskipun ada artian “bekal”, namun katanya, tidak dapat disamakan dengan “tabungan”. Oleh sebab itu, saya meyakini bahwa yang dimaksud dengan “menafkahkan harta” adalah mengeluarkannya untuk kebaikan, bukan mengeluarkan untuk berfoya-foya, tidak pula hanya mengeluarkannya dalam arti sempit untuk memenuhi kewajiban zakat saja.
Sahabat saya ini bilang harta itu seperti air. Jernih jika mengalir, kotor jika menggenang.
Dua tahun yang lalu saya menjual BlackBerry saya. Waktu beli harganya Rp. 2.500.000, saya jual setelah memakai 9 bulan menjadi Rp. 1.700.000. Saya jual murah waktu itu, karena yang beli cantik… hehehe.. *bercanda* Yang beli sudah bapak-bapak, tapi beliau bawa gadisnya yang cantik.. *hahahaha… sama aja*
Bersama sisa uang saya yang gak seberapa, saya kumpulkan untuk membeli 2 koin dinar emas, dan beberapa lagi koin dirham. Tadinya pengen buat mahar nikah. Tapi karena yang satu koin dinar emas dibeli lagi oleh salah seorang teman, jadilah belum jadi nikahnya.. *hahaha, bercanda lagi, bukan karena itu alasannya*
Waktu itu satu koin dinar emas seharga Rp. 1.600.000 setara kambing kualitas super. Uang fresh tersebut saya gunakan untuk berdagang. Ya, seperti anjuran Rosulullah, Berdagang. Dan seperti perintah Al-Quran, Nafkahkan. Hanya dua itu yang saya pegang, keuntungan berdagang tidak pernah saya simpan, tapi gulirkan kembali untuk berdagang. Jadi setiap hari, saya hampir tidak punya uang, kecuali untuk membeli kebutuhan pokok harian, atau untuk urusan bermuamalah lainnya dengan orang lain.
Saya membayangkan, jika BlackBerry itu masih saya pakai hingga saat ini. Maka saya tidak mungkin memiliki persediaan barang dagangan yang ratusan juta. Tidak mungkin total rupiah barang tersebar ke pasar bermilyar. Yang dengan barang itu terbuka peluang usaha bagi orang lain. Ada yang terselamatkan karena habis di PHK, ada yang membuka kursus, ada yang menjual alat kreatif. Ada pula yang bisa segera lulus kuliah. Bahkan tukang ojek sekitar rumah pun kecipratan lebihnya, karena ada objek tambahan. Kurir nasional pun kebagian, karena banyaknya kiriman. Silaturahim dengan banyak orang, dari berbagai kalangan juga hal yang tidak bisa tergantikan.
Inilah rasanya menjadi pedagang sekaligus pendidik. Pada dasarnya hanya hartalah yang kita alirkan, yang kita putar, yang kita nafkahkan. Kalau dengan sebuah blackberry saja bisa memutar roda perekonomian puluhan orang. Bagaimana bila tabungan Anda pun demikian? Bagamaina jika kendaraan bermotor Anda yang tidak produktif dinafkahkan? Bagaimana jika ini bukan hanya dilakukan oleh Anda ataupun saya. Tapi ini dilakukan oleh kita semua? Saya optimis, pengangguran dengan sendirinya teratasi, kemakmuran yang merata pun bukan hal yang mustahil. Kita bukan saja selamat dari inflasi, tapi kita menyelamatkan saudara kita dari kemiskinan.
Inilah yang Islam katakan dengan barokah. Sedikit tapi mencukupi, kecil tapi manfaatnya segunung.
Segera jadikan harta Anda barokah, atau membiarkannya dirampok terang-terangan.

*bersambung*

Benarkah Rajin Menabung Pangkal Kaya?

“RAJIN menabung pangkal kaya.” Masih ingat dengan kalimat bijak yang diajarkan guru kita di Sekolah Dasar ini? Ada juga kalimat bijak lain yang masih berhubungan dengan tabung-menabung, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Maksudnya, jangan pedulikan seberapa sedikit uang yang ditabung, yang penting teruslah menabung secara rutin. Lama-lama, uang di tabungan akan bertambah banyak.

Pertanyaan saya sederhana saja, benarkah dengan rajin menabung kita bakal kaya? Logika sederhana kita bakal langsung mengatakan “ya”.

Ilusi Bunga Bank
Celengan: Lebih aman daripada tabungan di bank?


Kita tentu sama tahu kalau menabung di bank akan mendapat bunga. Saya tidak tahu berapa rate bunga tabungan ataupun deposito di bank dewasa ini, tapi yang jelas semua bentuk tabungan mendapat bunga sehingga bisa dipastikan jumlahnya bakal bertambah. Kalau tabungan tersebut tidak pernah diambil, tapi sebaliknya terus-menerus ditambah secara rutin, maka jumlah tabungan akan terus berlipat-ganda berkat sistem bunga berbunga.

Anggap saja Bung punya uang sebanyak Rp10.000.000 dan menabungnya di bank dalam bentuk deposito. Untuk deposito berjangka 1 tahun, Bung memperoleh bunga 8%. Memakai hitung-hitungan sederhana saja kita sudah tahu, setahun kemudian uang Bung akan bertambah menjadi Rp10.800.000. Pertanyaannya saya ulangi, apakah Bung bertambah kaya dibuatnya?

Kalau hanya melihat dari angka rupiah di tabungan yang semula Rp10.000.000 kemudian menjadi Rp10.800.000 setahun kemudian, memang Bung bertambah kaya. Tabungan Bung bertambah Rp800.000 dan itu berarti Bung bertambah kaya. Tapi coba lihat realita yang kita hadapi bersama, maka Bung akan tahu bahwa bertambahnya Rp800.000 ke dalam tabungan sama sekali tidak membuat Bung bertambah kaya. Kok bisa?

Nominal Bertambah, Tapi Nilai Berkurang

"...meskipun uang Bung bertambah Rp800.000 tapi Bung cuma bisa membeli bakso sebanyak 1.542 mangkuk atau 124 mangkuk lebih sedikit!"

Saya beri contoh mudah. Kebetulan saya suka bakso, maka contohnya adalah harga semangkuk bakso yang dibandingkan dengan jumlah uang yang Bung punya.

Setahun lalu, pada saat menyetorkan tabungan ke bank, harga bakso masih Rp6.000/mangkuk. Dengan uang Rp10.000.000 Bung bisa membeli sekitar 1.666 mangkuk bakso. Setahun kemudian, pada saat tabungan bertambah menjadi Rp10.800.000 karena bunga, harga bakso sudah naik menjadi Rp7.000/mangkuk (cuma naik Rp1.000!). Sekarang coba hitung berapa banyak bakso yang bisa Bung beli dengan uang yang sudah bertambah banyak itu. Jangan kaget, meskipun uang Bung bertambah Rp800.000 tapi Bung cuma bisa membeli bakso sebanyak 1.542 mangkuk atau 124 mangkuk lebih sedikit!

Pertanyaannya saya ulangi sekali lagi, apakah Bung bertambah kaya? Kalau dihitung berdasarkan jumlah barang yang bisa Bung beli, menabung di bank rupanya tidak membuat Bung bertambah kaya. Benar tabungan Bung bertambah setahun kemudian, tapi jumlah barang yang bisa Bung beli dengan uang yang sudah bertambah itu malah semakin sedikit. Lucu, bukan?

Silakan disimpulkan sendiri-sendiri. 

Menimbang Untung Rugi Jenis-Jenis Investasi

Kita telah mengetahui berbagai jenis instrumen investasi. Mulai dari yang paling sederhana, yaitu deposito, obligasi, saham, bisnis, properti, logam mulia, barang koleksi, bursa berjangka, mata uang asing, dan reksadana. Namun ternyata tidak semua instrumen investasi cocok untuk semua orang. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing investasi. Simak artikel berikut untuk mengetahui untung-rugi jenis-jenis investasi.
Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap instrumen investasi, Anda akan dapat menentukan instrumen investasi yang paling cocok untuk. Apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing investasi ini?
Instrumen Investasi Kelebihan Kekurangan Cocok bagi
Deposito Risiko kecil. Bunga yang diterima lebih besar bila dibandingkan dengan tabungan biasa. Bunga yang kecil. Biasanya lebih rendah dari inflasi Bagi Anda yang tidak mau ambil risiko
Obligasi Bunga yang diperoleh lebih besar bila dibandingkan deposito. Aman bila obligasi dikeluarkan oleh negara (misal ORI) Jangka waktunya yang panjang (>1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain. Bagi Anda yang tidak mau ambil risiko
Saham Bisa mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila dikelola dengan baik. Dengan modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat. Bisa menjadi passive income Resiko kerugian juga besar saat harga saham mengalami penurunan. Bagi Anda mau untung besar, dan siap ambil risiko. Yang ingin tahu bagaimana memulai investasi saham klik di sini
Bisnis Bisa dimulai dari modal sedikit. Bisa membuat bisnis sesuai hobi Menuntut ketrampilan terutama pada awal bisnis. Perlu pemahaman keuangan, pemasaran, produksi, dll. Perlu administrasi yang merepotkan Bagi Anda yang punya modal, waktu, dan tenaga
Properti Resiko kecil serta dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan. Memerlukan dana yang besar untuk membeli rumah atau tanah. Tidak mudah untuk menjualnya kembali bila suatu saat membutuhkan uang. Bagi Anda yang punya modal cukup
Logam mulia Merupakan aset likuid atau aset yang mudah dijual. Sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati dapat dengan mudah dicuri. Bagi Anda yang ingin simpanan masa depan
Barang koleksi Sambil menikmati hobi yang menghasilkan Bila tidak memahami barang koleksi dengan benar bisa mudah ditipu Bagi Anda yang senang barang koleksi tertentu
Bursa berjangka Biasanya perlu modal besar. Dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat. Perlu mengamati pasar dan strategi untuk mengetahui trend komoditas di masa mendatang. risiko juga besar Bagi Anda mau untung besar, dan siap ambil risiko
Mata uang asing Dapat dilakukan dengan modal sedikit. Dapat disimpan untuk tabungan, kebutuhan sekolah di masa depan dll Pergerakan harga mata uang bisa sangat fluktuatif. Bila tidak hati-hati bisa menimbulkan kerugian besar Bagi Anda mau untung besar, dan siap ambil risiko
Reksadana Tidak perlu memiliki banyak pengetahuan untuk menjalankannya karena dikelola oleh Manajer Investasi. Bisa dengan modal sedikit Keuntungan yang diperoleh biasanya lebih sedikit dibandingkan bila terjun sendiri ke pasar saham. Juga dikenakan biaya macam-macam untuk pengelolaannya Bagi Anda mau masuk ke pasar modal, tapi tidak punya waktu untuk terjun sendiri
oleh
Desmond Wira
http://www.juruscuan.com

Menghitung Keuangan dengan Kalkulator Karya Dari Tung Desem Waringin

 Menghitung Keuangan dengan Kalkulator Karya Dari Tung Desem Waringin


Anda dapat Mengatur Perencanaan Keuangan Pribadi dengan menggunakan kalkulator karya dari motivator Tung Desem Waringin

1. Kalkulator "Rich Forever"
Pensiun Muda Dan Kaya Menggunakan Deposito.
contoh :
Usia Berapa Anda Ingin Pensiun? 55
Biaya Hidup Per Bulan 6.000.000
Asumsi Bunga / Hasil Saya Per Tahun (%) 18%
Tingkat Inflasi Per Tahun (%)? 10%
Perkiraan Uang Deposito Saya Saat Berumur 50 Tahun 1.000.000.000

Uang Anda Hanya Cukup Sampai Anda Berumur 105 Tahun
Berarti, Deposito Anda Hanya Bertahan Selama 50 Tahun Setelah Pensiun

2. Kalkulator "Nilai Deposito Yang Akan Datang"
Mencari Nilai Deposito Yang Akan Datang.
contoh :
Berapa Umur Anda Sekarang? 32
Umur Berapa Anda Ingin Pensiun? 55
Suku Bunga Per Tahun (%) 18%
Pajak Bunga Per Tahun (%) 2%
Berapa Uang Anda Sekarang? 10.000.000
Setoran Per Bulan? 1.000.000

Uang Anda Saat Umur 55 tahun adalah 4,366,762,181

3. Kalkulator "Gaya Hidup Yang Akan Datang"
Biaya Hidup Anda Saat Anda Pensiun.
contoh :
Berapa Umur Anda Sekarang? 32
Umur Berapa Anda Ingin Pensiun? 55
Inflasi Per Tahun (%)? 10%
Biaya Gaya Hidup Sekarang? 6.000.000

Berarti, Pada Umur 55 Biaya Gaya Hidup Anda Adalah 53,725,815

4. Kalkulator "Saham"
Nilai Uang Anda Bila Anda Bermain Saham.
contoh :
Berapa Uang Anda Sekarang? 10.000.000
Tingkat Persentase Penambahan Capital Gain Per Bulan? 10%
Berapa Bulan Anda Main Saham? 12

Setelah 12 Bulan, Maka Uang Anda Akan Menjadi 31,384,284

5. Kalkulator "Penghasilan Tak Terbatas Dari Bisnis "
Penghasilan Tak Terbatas Dari Bisnis.
contoh :
Berapa Modal Anda? 10.000.000
Berapa Tahun Sampai Bisnis Anda Stabil? 5
Berapa Yang Dihasilkan? 15.000.000
Persentase Penarikan Per Tahun (%) 10%

TAHUN MODAL LABA ROI
1 10,000,000 15,000,000 150 %
2 10,000,000 15,000,000 150 %
3 10,000,000 15,000,000 150 %
4 10,000,000 15,000,000 150 %
5 10,000,000 15,000,000 150 %
6 9,000,000 15,000,000 167 %
7 8,000,000 15,000,000 188 %
8 7,000,000 15,000,000 214 %
9 6,000,000 15,000,000 250 %
10 5,000,000 15,000,000 300 %
11 4,000,000 15,000,000 375 %
12 3,000,000 15,000,000 500 %
13 2,000,000 15,000,000 750 %
14 1,000,000 15,000,000 1500 %
15 0 15,000,000 UNLIMITED INCOME
16 0 15,000,000 UNLIMITED INCOME
17 0 15,000,000 UNLIMITED INCOME
18 0 15,000,000 UNLIMITED INCOME
19 0 15,000,000 UNLIMITED INCOME
20 0 15,000,000 UNLIMITED INCOME

6. Kalkulator "Cicilan Properti Tanpa Angsuran "
Cicilan Properti Tanpa Angsuran
contoh :

Harga Pembelian Properti 577.000.000
Capital Gain Per Tahun (%) 10%
Penghasilan Netto Per Tahun 90.000.000
Kenaikan Hasil Usaha Per Tahun (%) 5%
Bunga Reksadana/Deposito Atas Usaha Per Tahun (%) 18%
Usia Saat Investasi 32
Usia Saat Pensiun 55

Nilai Properti Saat Anda Pensiun 4,696,938,640
Total Hasil Usaha Saat Anda Pensiun 3,728,742,761
Total Bunga Hasil Usaha Saat Anda Pensiun 6,642,647,635

Total Pendapatan Menyewakan Properti Per Tahun Saat Anda Pensiun 263,273,465
Total Pendapatan Bunga Reksadana Per Tahun Saat Anda Pensiun 671,173,697
Total Pendapatan Anda Per Tahun 934,447,162
Total Pendapatan Anda Per Bulan 77,870,597

7. Kalkulator "Evaluasi Pinjaman Properti"
Cek Nilai Properti Anda.
contoh :

Evaluasi Pinjaman Property

Harga Pembelian Properti 577.000.000
DP Yang Dikeluarkan (%) 20%
DP Dalam Rupiah 115.400.000
Pokok Cicilan 461.600.000
Biaya-Biaya Selain DP Termasuk Biaya Bank, Pajak, Perbaikan, dll 30.000.000
Suku Bunga Pinjaman Per Tahun (Efektif) % 15%
Cicil Selama Berapa Tahun 15
Hasil Sewa Properti Per Tahun (%) 20%

PER BULAN PER TAHUN
Hasil Sewa Properti 9,616,667 115,400,000
Cicilan 6,460,494 77,525,928
Cashflow Positif (Negatif) (Selama Cicilan Belum Habis) 3,156,173 37,874,076
Break Even Point/BEP (Terhadap DP dan biaya lain) 46 bulan 3.84 tahun
Return On Investment (ROI) 26.05 %

Demikian Rangkuman yang saya buat sebagai materi percobaan pembuatan blog awal saya. Semoga berguna bagi yang menemukan dan membaca blog saya ini.
Thkq. 

3


song

2


tidur

1


makan
111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111